Fenomena perjudian online semakin meluas dan menjadi masalah sosial yang cukup serius di banyak negara, termasuk Indonesia. Sementara itu, sektor-sektor lain yang jauh lebih besar dampaknya terhadap masyarakat, seperti korupsi, sering kali dibiarkan tanpa penanganan yang memadai. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar, mengapa judi online kini menjadi fokus utama penegak hukum, sementara masalah besar seperti korupsi tak tersentuh secara maksimal?
1. Judi Online: Ancaman yang Menjangkiti Masyarakat
Judi online telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Aktivitas ini semakin mudah diakses oleh siapa saja, terutama melalui smartphone dan perangkat internet lainnya. Dampak dari perjudian online sangat berbahaya, mulai dari kerugian finansial, masalah psikologis, hingga kehancuran hubungan sosial. Banyak orang terjebak dalam lingkaran ketergantungan, yang pada akhirnya merusak kualitas hidup mereka.
Pemerintah dan penegak hukum sudah mulai meningkatkan upaya untuk menanggulangi judi online dengan melakukan pemblokiran situs perjudian dan menindak para pelaku yang terlibat. Namun, meskipun ada langkah-langkah ini, perjudian online tetap sulit diberantas secara menyeluruh.
2. Korupsi: Masalah yang Tak Tersentuh Secara Maksimal
Di sisi lain, kasus korupsi yang lebih besar, yang melibatkan pejabat negara dan pengusaha besar, sering kali mendapatkan perhatian yang lebih sedikit atau bahkan tidak tersentuh sama sekali. Korupsi merugikan negara dalam jumlah yang jauh lebih besar daripada kerugian yang disebabkan oleh judi online. Uang negara yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat justru diselewengkan demi keuntungan pribadi segelintir orang.
Meski banyak kasus korupsi yang berhasil diungkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atau lembaga hukum lainnya, masih banyak pula kasus besar yang dibiarkan begitu saja. Proses hukum terhadap pelaku korupsi sering kali memakan waktu yang lama dan tidak selalu menghasilkan hukuman yang setimpal dengan kerugian yang ditimbulkan.
Baca juga:
“Dampak Berjudi dalam Agama: Apa Saja yang Dikatakan Oleh Agama tentang Judi?“
3. Ketidakseimbangan Penegakan Hukum
Ada beberapa alasan mengapa penanganan judi online mendapatkan perhatian lebih besar, salah satunya adalah karena efeknya yang langsung terasa di masyarakat. Banyaknya korban yang menderita kerugian finansial akibat judi online membuatnya menjadi isu yang lebih mudah dijangkau oleh masyarakat dan media. Namun, penanganan korupsi yang melibatkan banyak pihak dan sering kali dilakukan oleh mereka yang memiliki kekuasaan dan pengaruh besar, menjadi lebih kompleks.
Namun, ketidakseimbangan ini menimbulkan kekecewaan bagi banyak pihak. Rakyat yang berharap agar penegakan hukum berjalan adil merasa bahwa fokus pemerintah lebih banyak pada hal-hal yang bersifat “terlihat” seperti judi online, sementara masalah yang lebih besar dan berpotensi merugikan negara dalam jumlah yang sangat besar, seperti korupsi, seolah dibiarkan.
4. Pentingnya Keseimbangan dalam Penegakan Hukum
Untuk menciptakan sistem hukum yang adil dan efektif, penting bagi pemerintah dan lembaga penegak hukum untuk memberikan perhatian yang sama terhadap berbagai jenis pelanggaran hukum. Judi online harus diberantas, namun korupsi yang lebih merugikan negara dan rakyat juga perlu mendapatkan penanganan yang lebih serius. Penegakan hukum yang berimbang dan transparan akan menghasilkan masyarakat yang lebih percaya pada sistem hukum dan pemerintahan.
Fenomena judi online memang menjadi ancaman sosial yang nyata dan harus ditangani dengan serius. Namun, penanganan kasus korupsi yang lebih besar dan merugikan negara harus tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah dan penegak hukum harus memastikan bahwa hukum ditegakkan secara adil dan merata, tanpa pandang bulu, agar tercipta kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum yang ada.